Jumat, 04 Maret 2011

Inilah Alasan Rosulullah Melarang Ummatnya Minum Sambil Berdiri

Inilah Alasan Rosulullah Melarang Ummatnya Minum Sambil Berdiri

Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

Betul, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: "Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri". Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk."

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan" (HR Bukhar).

Nasihat Indah Para Ulama





Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata: "Diantara bentuk ketulusan dalam persaudaraan adalah engkau menerima kekurangannya, menutupinya dan memaafkan kesalahannya."
(Muqaddimah kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab I/31, karya Imam an-Nawawi, tahqiq: Muhammad Najib al-Muthi'i, cet. Maktabah Ibn Taimiyah)


Jika sampai kepadamu kabar tentang saudaramu yang tidak kau sukai, maka berusahalah mencari udzur baginya semampumu. Jika kau tidak mampu mendapatkan udzur baginya, maka katakanlah dalam hati, "Mungkin saudaraku memiliki udzur yang tidak ku...ketahui."
(Abu Qilabah 'Abdullah bin Zaid al-Jarmi dalam Hilyatul Auliya' II/285)


Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata: "Seorang mukmin adalah orang yang menutupi aib dan menasihati. Sedangkan orang fasik adalah orang yang merusak dan mencela."
[Jaami'ul 'Uluum wal Hikam, Ibnu Rajab]


Ummu Darda' radhiyallahu'anha berkata: "Barang siapa menasihati saudaranya secara sembunyi-sembunyi, maka ia telah memuliakannya, dan barang siapa menasihati saudaranya secara terang-terangan (di depan umum), maka ia telah mencemarkan (kehormatan) saudaranya."
[Al-Amru bil Ma'ruuf wa An-Nahyu 'anil Munkar, Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah, cet. Daarul 'Uluum al-Islamiyyah, thn. 1409 H]

Sabtu, 26 Februari 2011

"ENGKAU BERSAMA ORANG YANG ENGKAU CINTAI... "



Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
"(Wahai Rasulullah) Kapan kiamat?"

Beliau menjawab: "Apa yang telah engkau siapkan untuk menyambutnya?" 

Dia berkata: ''Tidak ada, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.'' 

Maka beliau bersabda: ''Engkau bersama orang yang engkau cintai.'' 

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: ''Maka tidaklah aku bergembira melebihi kegembiraanku karena sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: 'Engkau bersama orang yang engkau cintai.' " 

Anas berkata: ''Maka aku mencintai Nabi, Abu Bakar, dan Umar dan aku berharap bisa bersama mereka karena kecintaanku kepada mereka, walaupun aku tidak beramal seperti amalan mereka."

(HR. Al-Bukhari kitab al-Adab, bab ‘Alamatul Hub fiillah)

Jumat, 25 Februari 2011

Apa Manfaat Baca Buku ?


Anda orang yang senang baca buku ? Pastilah anda orang yang suka dengan pengetahuan, wawasan dan orang yang mengetahui banyak sekali manfaat dari membaca.

Sering orang bilang kalau buku itu "Jendela Dunia". Ya, dengan membuka buku berarti anda membuka jendela dunia. Anda bisa melihat keluar, menemukan sesuatu yang baru, atau pemandangan yang berbeda dengan apa yang ada dalam pikiran kita. bahkan ada yang bilang membaca buku berarti membuka cakrawala.

Baca buku berarti menyelami dunia lain, yaitu dunia yang ada di pikiran orang lain, sementara setiap orang memiliki dunia masing-masing. Dengan membaca kita akan menyelami dunia orang lain yang akan memberikan kita kebijaksaan yang lebih mendalam dalam menghadapi hidup.

Saat kita membaca buku tentang Tsaqofah Islam, di situ kita memahami sudut pandang penulis tentang pemahaman Islam, dan lain-lain.

Setiap buku akan membawa manfaat kepada kita jika kita mampu menangkap makna dan hikmah. Jika kita masih kesulitan menangkap makna dan hikmah dari suatu buku, berarti kita harus meningkatkan keterbukaan pikiran kita. Hikmah dan makna sebuah buku tidak akan masuk ke dalam pikiran yang tertutup.

Begitu banyak sekali manfaat dari membaca, selain kita menyelami dan mendalami pikiran orang lain, Pengetahuan dan wawasan bertambah, sehingga diripun menjadi berkembang dan tingkat keproduktifitas pun meningkat. Bagaimana tidak, Kita adalah orang yang banyak wawasan dan pengetahuan.

Sebuah Perpustakaan di tempat saya sekolah dulu menempelkan selogan di dinding, katanya " BANYAK BACA, BANYAK TAU. TIDAK BACA, SO TAU !!!". heheehee . . .

Adakah suatu buku yang tidak membawa manfaat ? (walaupun hakikat nya pemberi manfaat dan madhorot itu sejatinya hanyalah Allah, ini sebuah jalan)

Satu-satunya buku yang tidak memberikan manfaat hanyalah buku yang tidak pernah kita baca. Sekali kita membaca buku, maka makna dan hikmah buku tersebut bisa masuk ke dalam pikiran kita, jika pikiran kita terbuka. Anda adalah salah seorang yang memiliki pikiran terbuka, kita yakini. Sebab Anda mau membaca artikel ini sampai pada paragrap ini. Ini berarti, Anda akan mampu menerima makna dan hikmah dari buku manapun yang Anda baca.

thank you