Sabtu, 26 Februari 2011

"ENGKAU BERSAMA ORANG YANG ENGKAU CINTAI... "



Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
"(Wahai Rasulullah) Kapan kiamat?"

Beliau menjawab: "Apa yang telah engkau siapkan untuk menyambutnya?" 

Dia berkata: ''Tidak ada, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.'' 

Maka beliau bersabda: ''Engkau bersama orang yang engkau cintai.'' 

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: ''Maka tidaklah aku bergembira melebihi kegembiraanku karena sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: 'Engkau bersama orang yang engkau cintai.' " 

Anas berkata: ''Maka aku mencintai Nabi, Abu Bakar, dan Umar dan aku berharap bisa bersama mereka karena kecintaanku kepada mereka, walaupun aku tidak beramal seperti amalan mereka."

(HR. Al-Bukhari kitab al-Adab, bab ‘Alamatul Hub fiillah)

Jumat, 25 Februari 2011

Apa Manfaat Baca Buku ?


Anda orang yang senang baca buku ? Pastilah anda orang yang suka dengan pengetahuan, wawasan dan orang yang mengetahui banyak sekali manfaat dari membaca.

Sering orang bilang kalau buku itu "Jendela Dunia". Ya, dengan membuka buku berarti anda membuka jendela dunia. Anda bisa melihat keluar, menemukan sesuatu yang baru, atau pemandangan yang berbeda dengan apa yang ada dalam pikiran kita. bahkan ada yang bilang membaca buku berarti membuka cakrawala.

Baca buku berarti menyelami dunia lain, yaitu dunia yang ada di pikiran orang lain, sementara setiap orang memiliki dunia masing-masing. Dengan membaca kita akan menyelami dunia orang lain yang akan memberikan kita kebijaksaan yang lebih mendalam dalam menghadapi hidup.

Saat kita membaca buku tentang Tsaqofah Islam, di situ kita memahami sudut pandang penulis tentang pemahaman Islam, dan lain-lain.

Setiap buku akan membawa manfaat kepada kita jika kita mampu menangkap makna dan hikmah. Jika kita masih kesulitan menangkap makna dan hikmah dari suatu buku, berarti kita harus meningkatkan keterbukaan pikiran kita. Hikmah dan makna sebuah buku tidak akan masuk ke dalam pikiran yang tertutup.

Begitu banyak sekali manfaat dari membaca, selain kita menyelami dan mendalami pikiran orang lain, Pengetahuan dan wawasan bertambah, sehingga diripun menjadi berkembang dan tingkat keproduktifitas pun meningkat. Bagaimana tidak, Kita adalah orang yang banyak wawasan dan pengetahuan.

Sebuah Perpustakaan di tempat saya sekolah dulu menempelkan selogan di dinding, katanya " BANYAK BACA, BANYAK TAU. TIDAK BACA, SO TAU !!!". heheehee . . .

Adakah suatu buku yang tidak membawa manfaat ? (walaupun hakikat nya pemberi manfaat dan madhorot itu sejatinya hanyalah Allah, ini sebuah jalan)

Satu-satunya buku yang tidak memberikan manfaat hanyalah buku yang tidak pernah kita baca. Sekali kita membaca buku, maka makna dan hikmah buku tersebut bisa masuk ke dalam pikiran kita, jika pikiran kita terbuka. Anda adalah salah seorang yang memiliki pikiran terbuka, kita yakini. Sebab Anda mau membaca artikel ini sampai pada paragrap ini. Ini berarti, Anda akan mampu menerima makna dan hikmah dari buku manapun yang Anda baca.

Kalau Niatmu Berteman Denganku Hanya Sekedar Mencaci Maki, Memfitnah Diriku, Maka Mohon Ma'af Terpaksa Dirimu Saya Eliminasi

Jika mendengar kata sahabat, tentunya yang ada di benak kita adalah seorang teman setia yang penuh pehatian, selalu mau mendengar uneg-uneg kita, menghargai, membantu di kala susah dan ikut gembira di kala kita gembira. Agama kita telah mangatur semua itu, termasuk bagaimana adab-adab kita dalam bersahabat yang ditujukan untuk mencari ridho Allah.

Allah berfirman:

Dan  janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah. [QS. Al Qolam : 10-11]



  • Tujuan Persaudaraan

Hasan al-Bashri rahimahullah dalam hal ini mengatakan,

“Seorang teman yang jika engkau temui akan mengingatkanmu akan kewajibanmu terhadap Allah itu lebih baik bagimu dari seorang teman yang selalu memberimu segenggam dinar.”

Beliau juga mengatakan,

“Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya yang lain. Jika dia mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan pada diri saudaranya, ia bersegera meluruskan juga selalu menjaga aib saudaranya baik ketika sendirian atau ketika bersama orang lain".

Kalaupun kita melihat kejelekan dan kekurangan secara tak sengaja, maka tidaklah perlu membicarakan kejelekan pada orang lain. Tutupilah kejelekannya itu, dan jadikan sebagai rahasia pribadimu.

Itulah hakikat persahabatan sebenarnya. Sesungguhnya seorang yang lemah akan lebih mampu untuk meluruskan nafsunya yang hendak berbuat maksiat dengan bantuan teman-temannya.

  • Bantu Materi

Ada muslim yang dilebihkan dalam hal materi dan ada juga yang kekurangan. Ini adalah sunnatullah. Segalanya diciptakan oleh Allah dengan pengetahuan dan keadilan-Nya yang sempurna. Membantu kesulitan dalam hal materi, adalah salah satu adab kita dalam bersahabat. Dan juga sebagai wasilah mendulang pahala kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

“Dan barangsiapa yang membebaskan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan membebaskan kesusahannya di hari kiamat. “ (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

  • Saling Menolong dalam hal Kebaikan

Firman Allah dalam surat al-Maidah ayat 2 yang artinya,  

“…. Tolong menolonglah dalam kebaikan serta takwa dan jangan tolong menolong dalam kejelekan dan permusuhan…”

Sebagaimana juga janji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Allah akan selalu menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

  • Menahan Lidah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, 

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya berkata yang baik atau diam.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

  • Buatlah Senang

Teman yang baik akan berusaha memberikan kesenangan kepada kawannya. Setiap bertemu bisa mengobati perasaan gundah yang menimpa. Sekali-kali berikanlah hadiah kepada sahabat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya,

“Berikanlah hadiah niscaya kalian akan saling mencintai.”

  • Maafkan, sembunyikan dan baik sangka

Manusia tempatnya salah dan lupa. Orang lain bisa berbuat salah, demikian juga dengan diri kita. Bila sadar akan hal ini mestinya kita bisa bersikap arif. Kesalahan dan kekhilafan saudara kiita hendaknya dimaafkan. Disamping memaafkan kita tidak boleh menyebarkan aib kepada orang lain. Allah menjanjikan pahala besar bagi orang yang mau menutupi aib saudaranya sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,

“Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat. ”  ( Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Memaafkan, menyembunyikan kejelekan dan nasehati dengan kebaikan dilakukan dengan empat mata, dengan memperhatikan adab-adabnya.

  • Setia

Kesetiaan sangat dibutuhkan dalam persahabatan dan diharapkan kekal sampai negeri abadi. Dan karenanya tidaklah boleh seseorang mengkhianatinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak boleh dikhianati, didustai, tidak dihinakan orang.” (Riwayat at-Tirmidzi).

  • Ungkapkan dengan doa

Doakan selalu untuk keistiqomahan sahabat kita dalam menjalankan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan sekalipun telah meninggal.

“…Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” ( QS. Al Hasyr : 10)

 ______________
Sumber :
ElFata edisi 01/III/2002
Kajian Kitab al-Adabul Mufrod

‎-Do not Accept if Seal is Broken-

‎-Do not Accept if Seal is Broken-

Saya pernah membaca sebuah kisah menarik yang saya juga sudah lupa-lupa ingat namun ceritanya kira-kira begini:

Seorang yahudi bertamu ke rumah salah seorang Ulama. Ketika yahudi dan Ulama ini duduk di ruang tamu tiba-tiba melintas wanita berpakaian serba tertutup. Si yahudi pun kemudian bertanya kepada Ulama :


“Ya Syaikh siapakah orang yang lewat tadi.”

“Dia Istriku.” Jawab Syaikh.

“Kenapa agama anda sangat berlebihan dalam mengatur pakaian wanita?”


Syaikh terdiam dan tidak menjawab, kemudian katanya:

“Maukah anda kuajak berjalan-jalan di pasar.”

“Dengan senang hati.”


Syaikh dan orang yahudi itupun pergi ke pasar yang tidak jauh dari rumah Syaikh. Tiba di pasar sang Syaikh langsung mengajak orang yahudi ke dekat penjual kue.

“Ini ada bermacam-macam kue, namun ada yang tertutup dengan bungkusan ada yang terbuka, kira-kira kalau anda saya suruh memilih kue yang mana akan anda pilih, yang tertutup atau terbuka?”

Tanpa banyak pikir Yahudi tersebut menjawab:

“Tentu saya pilih yang tertutup, karena lebih bersih, terjaga dari serta sentuhan tangan yang bisa membawa kotoran dan penyakit.”

Mendengar jawaban orang yahudi, Ulama tersebut langsung menyambung.

“Begitulah agama kami menjaga wanita kami, mereka hanya milik kami, tidak boleh sembarang dilihat orang apalagi disentuh?”

Konon mendengar jawaban Sang Ulama orang yahudi akhirnya mengucapkan dua kalimat Syahadat. Alhamdulillah...


Do not Accept if Seal Is Broken.

Jangan dikira ini hanya berlaku untuk botol air mineral dan sejenisnya.
Ini berlaku juga bagi manusia. Orang mana sih yang mau dapat sisa?

Seburuk-buruk apapun seseorang pasti yang dia dambakan adalah yang baik-baik.
Sebelang-belangnya hidung lelaki dan berapapun banyaknya wanita ia nodai, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia pasti menginginkan wanita pendamping hidup yang berhidung mulus alias tidak belang, bermata jeli tapi tak jelalatan dan suci alias……

'Seal is not Broken'

-----
Source : sprim
Shared By Catatan-Catatan Islami Pages
Copas dari : Abu Ihsan Ridho Fitra



-Novi Cahyati-
thank you