Rabu, 31 Juli 2013

Futur Lagi


oleh :Ustadz Badrussalam Lc


Memang..
Tak selamanya iman itu naik..
Kadang di hari ini semangat beramal..
esoknya menjadi lemah..
Hari ini terasa khusyu' membaca al qur'an..
Lusa dihantui oleh futur..
Duh..
Tapi semua itu akan selalu ada..
Dalam sebuah hadits:
لكل عمل شرة ولكل شرة فترة فمن كانت فترته إلى السنة فقد اهتدى ومن كانت فترته إلى غير ذلك فقد هلك
"Pada setiap amal ada masa semangat, dan pada masa semangat ada masa futur(lemah)nya. Siapa yang masa futurnya kepada sunnah, ia telah mendapat hidayah. Dan siapa yang masa futurnya kepada selain itu, maka ia binasa."

Futur menuju sunnah..
Berpindah dari satu amal kepada amal lain..
Disaat futur untuk membaca al qur'an..
Beralih kepada dzikir..
Disaat futur untuk berinfaq..
Beralih kepada shoum..
Tapi disaat futur untuk menuntut ilmu..
Payah..
Karena ilmu itu pondasi amal..
Bagaimana bisa beramal sunnah..
Sementara pondasi telah rapuh..

Futur..
Parasit bagi pencari surga..

Buruk Sangka

Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc


Dalam  surat Al Hujurot: 12, Allah Ta'ala melarang berburuk sangka..
Setelah itu melarang tajassus mencari-cari kesalahan..
Lalu melarang ghibah..
Karena asal gibah adalah tajassus..
Dan asal tajassus dari berburuk sangka..

Lihatlah..
Bagaimana suudzan menjerumuskan kepada dua dosa besar..
Ketika kita menyapa teman dan ia tidak memberi respon..
Dugaan buruk muncul di hati..
Lalu setan mengingatkan kesalahan-kesalahannya..
Akhirnya ghibah..

Berapa banyak pertengkaran terjadi..
Hubungan kekerabatan retak..
Dua teman saling menjauh..
Akibat berburuk sangka..

Husnudzan adalah obat mujarrab..
Kita berkata di hati, "Mungkin ia sedang banyak pikiran..
Mungkin ia tidak mendengar tadi..
Mungkin.. Dan mungkin..
Memberi kepadanya seribu alasan..
Karena seorang muslim adalah pemberi maaf..
Bukan pencari kesalahan..

Lelah di Dunia

Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
" وقد أجمع عقلاء كل أمة على أن النعيم لا يدرك بالنعيم،
Semua orang yang berakal bersepakat bahwa kenikmatan tidak dapat diraih dengan kenikmatan.
 وإن من آثر الراحة فاتته الراحة،
Orang yang lebih suka bersenang-senang, akan terluput darinya kesenangan..
 وإن بحسب ركوب الأهوال واحتمال المشاق تكون الفرحة واللذة،
Kebahagiaan dan kelezatan diraih sesuai dengan beratnya perjuangan..
فلا فرحة لمن لا هم له،
Tak akan mendapat kebahagiaan orang yang tak bersungguh-sungguh..
ولا لذة لمن لا صبر له،
Tidak akan merasakan kelezatan orang yang tak punya kesabaran..
ولا نعيم لمن لا شقاء له،
Tidak mendapat kesenangan orang yang tak mau bersusah payah..
ولا راحة لمن لا تعب له،
Dan tak akan beristirahat orang yang tak mau lelah..
بل إذا تعب العبد قليلاً استراح طويلاً،
Bahkan, bila hamba lelah sedikit maka ia akan beristirahat panjang..
وإذا تحمل مشقة الصبر ساعة قاده لحياة الأبد،
Apabila ia kuat menanggung beban kesabaran sebentar, akan membawanya kepada kehidupan yang abadi..
وكل ما فيه أهل النعيم المقيم فهو صبر ساعة،
Semua yang didapatkan oleh orang yang diberi kesenangan abadi adalah akibat kesabaran sesaat..
والله المستعان ولا قوة إلا بالله،
Allah lah tempat meminta bantuan, dan tiada kekuatan kecuali dengan idzinNya..
وكلما كانت النفوس أشرف والهمة أعلا كان تعب البدن أوفر وحظه من الراحة أقل،
Ketika jiwa itu mulia, dan cita citanya tinggi, maka kelelahan badan semakin banyak dan istirahatnya sedikit..
كما قال المتنبي :
وإذا كانت النفوس كباراً ** تعبت في مرادها الأجسام  "
Sebagaimana sya'ir al mutanabbi:
Apabila seseorang berjiwa besar..
Badan akan lelah tuk meraihnya..
(مفتاح دار السعادة" لابن القيم 2 / 15 .)

Cinta Itu Lelah

Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
Cinta itu Lelah

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, "Meraih sesuatu yang dicintai seringnya harus menanggung sesuatu yang menyusahkan. Baik cinta yang benar maupun cinta yang tidak benar." (Al 'Ubudiyah hal 130).

Cobalah renungkan..
Orang yang cinta kedudukan..
Dia lelah untuk meraihnya..
Menghadapi rintangan yg amat berat..
Bahkan seringkali berbahaya untuk dunia dan agamanya..

Orang yang cinta harta..
Ia habiskan waktunya untuk membanting tulang..
Tak kenal waktu..
Bahkan sering ia sakit karenanya..

Orang yang cinta syahwat..
Ia lelah hatinya..
Demi mengejar syahwat yang ia dambakan..
Di saat jauh..
Ia tersiksa oleh kerinduan..
Di saat dekat..
Ia tersiksa oleh kekhawatiran tuk berpisah dengannya..

Ternyata memang meraih yang dicintai butuh pengorbanan..
Semakin cinta..
Semakin kuat perjuangan meraihnya..
Semakin kurang cintanya..
Semakin lemah pengorbanan..

Semua kita mengaku mencintai Allah dan RasulNya..
Sejauh manakah pengorbanan untuk meraih cinta itu..
Syaikhul Islam berkata, "Apabila seorang hamba meninggalkan apa yang ia mampu lakukan dari berjihad, maka itu bukti kelemahan cinta dalam hatinya kepada Allah dan rasulNya."
(Al Ubudiyah hal 130).

Terkadang kita mampu melakukan suatu ibadah..
Namun kemalasan menghentikan langkah..
Tak ada perjuangan untuk melawannya..
Itulah kelemahan cinta..
Walaupun pelakunya mengaku ia cinta sejuta rasa..

Allahul Musta'an..
thank you