Kamis, 01 Agustus 2013

Teguhkanlah Yaa Rabb

Hawa nafsu menyeretmu ke dalam ruang membingungkan & meninggalkanmu sendirian. Tangan nasehat mendekat, tapi kau tak melihat. -Asy Syafi'i-

Rabu, 31 Juli 2013

Takdir Baik dan Akhlak




 
Ustadz Djazuli Lc

Saudaraku!

Seorang muslim bila mendambakan kebahagiaan dunia akhirat...

maka ia harus mampu menjalin hubungan baik dengan Allah dan dengan manusia..

Ternyata menjalin dan menjaga hubungan baik dengan Allah lebih mudah dan lebih ringan..karena Allah Maha Pengampun lagi Pemaaf..

Namun lain halnya dengan manusia, sedikit sekali yang mudah memaafkan dan melupakan kesalahan saudaranya..

Jadi, setiap insan muslim harus lebih bersabar dan berhati-hati tatkala bermu'amalah dengan saudaranya..

Yang lebih dahsyat dari semua itu, ternyata takdir baik manusia lebih banyak disebabkan oleh hubungan baiknya dengan sesama makhluk terutama manusia...

Berkata Imam Syafi'I, " Barangsiapa yang ingin ditakdirkan kebaikan oleh Allah, hendaklah ia selalu berbaik sangka terhadap orang lain dan senantiasa berbesar hati dengan selalu memaafkan segala kesalahannya.."

Ya Allah! Perbaikilah akhlak kami, sungguh tidak ada yang dapat memperbaiki akhlak kami kecuali Engkau serta palingkanlah kami dari akhlak yang buruk, sesungguhnya tidak ada yang dapat menjauhkan kami dari akhlak yang tercela kecuali Engkau...!

BANGUNLAH DARI MIMPIMU WAHAI SI PEMALAS !!

Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA


Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah
berkata :
Ketinggian diraih berdasarkan ukuran kerja keras…
Barang siapa yang ingin meraih
puncak maka dia akan begadang
Barang siapa yang mengharap
ketinggian/ kemuliaan tanpa rasa letih… Maka sesungguhnya ia hanya menghabiskan usianya untuk meraih sesuatu yang mustahil…
Engkau mengharapkan kejayaan
lantas di malam hari hanya tidur aja??
Orang yang yang mencari mutiara harus menyelam di lautan…
Diantara kita ada yang berangan-angan dan berkata :
“Saya ingin bisa menjadi dermawan seperti si fulan…”,
“Saya ingin bisa menghafalkan al-Qur’an seperti si fulan…”,
“Saya ingin berilmu seperti syaikh/ustadz fulan…”,
“Saya ingin berhasil seperti si fulan…”
Akan tetapi jika hanya berkata dan berangan-angan tanpa usaha maka anak kecil berusia 3 atau 4 tahun pun bisa…, kalau hanya mimpi siapapun bisa.
Tapi yang tidak semuanya bisa adalah mewujudkan angan-angan dengan usaha maksimal serta semangat tinggi !!!
tentunya setelah disertai doa kepadaNya dan taufiq dariNya…

Kerugian Mereka yang Bermusuhan



Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
((تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ كُلَّ يَوْمِ اثْنَيْنِ وَخَمِيسٍ , فَيَغْفِرُ اللَّهُ – جَلَّ وَعَلَا – لِكُلِّ عبدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا؛ إِلَّا رَجُلًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ , فَيُقَالُ: أَنْظِروا هَذَيْنِ حتى يصطلحا , أنظروا هذين حتى يصطلحا))
“Pintu-pintu surga dibuka setiap hari senin dan kamis, maka diampunilah seluruh hamba yang tidak berbuat kesyirikan sama sekali. Kecuali seseorang yang ada permusuhan dengan saudaranya, maka dikatakan : Tangguhkanlah (ampunan bagi) kedua orang ini, tundalah (ampunan bagi) kedua orang ini hingga mereka berdua berdamai”
(HR Muslim)
 
Janji Allah untuk mengampuni seluruh hambaNya yang bertauhid dan tidak berbuat syirik sama sakali. Bahkan ampunan tersebut diberikan setiap hari senin dan kamis.
Akan tetapi ternyata ada hamba-hamba Allah yang meskipun bertauhid namun ia terhalangi dari ampunan Allah ini…yaitu hamba-hamba yg bermusuhan dengan saudaranya…
 
Wahai ikhwan dan akhwat
sekalian…jang anlah sampai kalian termasuk dari mereka.
Coba ingat-ingat sedang bermusuhankah engkau sekarang? Apakah ada kebencian terhadap saudaramu sesama muslim? Ataukah jangan-jangan ada persengketaan antara engkau dan saudara kandungmu? Atau dgn kerabatmu?
Segeralah damai….sunggu h terlalu banyak ampunan Allah yang akan luput darimu…
Tinggalkanlah egomu…keangku hanmu…, mengalahlah karena Allah dan demi kemaslahatanmu. .. Hendaknya engkaulah yang lebih dahulu menyapa…lebih  dahulu memberi salam…
 
Sungguh betapa kita
membutuhkan ampunan Allah pada hari kiamat kelak…
Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى